Jul 26, 2019

# Celotehan

July

Selamat malam jagat raya blogku.



Terakhir aku posting sesuatu tanggal 7 Juli, dan sekarang udah tanggal 26. Gak terasa waktu cepet banget berlalu, padahal sehari-harinya di rumah aku cuma beres-beres, malas-malasan, baca atau nulis. Iya, karena sekarang udah gak ngekos lagi dan lebih banyak ngabisin waktu di rumah, ceritanya mau bikin diri jadi lebih produktif hingga menjelang hari wisuda. Hiyahiyahiya. Aku bikin semacam...to do list. Setiap harinya harus melakukan hal-hal berfaedah yang gak akan kusebutkan spesifik di sini.
Terus, pasca sidang skripsi Mei lalu, aku punya hobi baru. Refresh email. HAHAHAHA. Soalnya aku cukup sering berseliweran di situs-situs penyedia informasi loker. Yah namanya juga alumni...Sampai akhirnya, aku dapat panggilan.
Ini juga salah satu hal yang mau aku ceritakan sedikit di sini.

Menuju Magang
Aku mendaftar internship di sebuah perusahaan startup yang kantornya terletak di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan. Setelah dapat pemberitahuan lolos tahap administrasi, aku dikirimi beberapa soal sebagai tahapan tes tertulis. Omong-omong, posisi yang aku lamar ini admin media sosial. Karena aku punya pengalaman terkait ini, aku cukup pede untuk mengklaim diriku memang cukup menguasai bidang ini. Gak awam-awam banget, paling enggak.
Aku ngerjain setiap soal dengan seniat mungkin. Nongkrong di Cozyfield bermodalkan beli sepiring kentang goreng supaya bisa duduk berlama-lama di sana dan ngetik dengan tenang, riset kecil-kecilan dan berkutat dengan editing e-flyer di Canva selama beberapa jam. Aku mengirim lembar jawabannya cuma setengah jam sebelum deadline. Deg-degan.
Kurang dari satu jam, aku dapat chat yang menyatakan aku diundang untuk menghadiri interview. Senang? Iya. Singkat cerita, aku ke Jakarta.
Rasanya....wow aja, deh. Diartikan norak juga boleh, tapi lebih ke excited sih karena ini pengalaman pertama. Jangan hujat aku, guys.
Aku tiba di kawasan yang membuat kepalaku harus selalu menengadah untuk melihat puncak gedung-gedung pencakar langit yang berdiri gagah di sana. Masuk ke salah satu tower, bertemu dengan tim startup, mendapati kesan pertama yang cukup menyenangkan. Sempat ada ‘drama’ dulu selepas keluar gedung, karena satu dan lain hal aku gak mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat. Padahal aku sangat menginginkan posisi ini, karena perusahaannya juga bergerak di bidang literasi dan merangkap penerbitan—dimana salah satu impianku adalah bekerja di bidang tersebut. Ketika kesempatan ini ditawarkan tepat di depan mataku, jelas aku merasa harganya ‘terlalu mahal’ untuk dilepas. Di sisi lain aku gak bisa ‘jalan’ tanpa restu orang-orang terdekat. Ini cukup membuatku luntang-lantung minum capuccino sendirian di salah satu kedai di pinggir jalan setelah keluar gedung dan nangis sepanjang perjalanan pulang naik grabbike. Galau. Tapi akhirnya, aku tetap magang di sini sih. Hahaha.

Selama Magang
Rasanya terlalu dini untuk berbagi, mengingat aku juga baru tiga hari di tempat ini. Secara keseluruhan, aku suka di sini. Kantornya menawarkan view gedung-gedung cantik yang menjulang tinggi dan, di bawah sana, lalu lintas Sudirman yang tertata rapi. Di atas meja-meja kantor, selalu ada buku. Bahkan di hari pertamaku bekerja, sedang dilakukan siaran langsung proses wawancara antara media A dengan narasumber yang ahli di bidang kepenulisan. Bener-bener ilmu gratis.
Orang-orang di kantorku kurang lebih seumuran denganku. Walaupun belum terhitung lama, tapi aku sudah cukup bisa mengenali karakter beberapa di antara mereka. Intinya, semua baik—dan menyenangkan.
Aku tahu aku patut bersyukur dengan apa yang aku miliki saat ini—dan aku memang mensyukurinya. Lingkungan yang bersahabat, bisa bekerja di tempat yang supernyaman, lekat dengan hal-hal yang kusuka—buku-buku, dan menulis cerita. Tentu gak sesempurna itu, tapi aku mencoba untuk melihat keseluruhannya dalam kacamata yang positif. Seperti, ketika aku harus lama menunggu busway, dan berdiri di sepanjang perjalanannya. Pulang dan pergi. Aku memanfaatkan waktu tersebut untuk membaca buku atau menonton sesuatu dari hp pakai earphone. Kadang-kadang  juga berseliweran di media sosial dan balesin pertanyaan-pertanyaan yang masuk. Aku menghibur diri dengan hiruk-pikuk kota Jakarta, mobil dan motor yang selalu memadati jalanan, atau segerombol orang yang berdesakan menanti transportasi umum. Juga gedung-gedung tinggi yang selalu membuatku terpikir soal efek rumah kaca. Hehe.
Di sisi lain, tentu aku gak luput dari emosi yang kurang menyenangkan. Seperti...lelah, kangen teman-teman kuliah (kalau gak magang, pastinya aku bakal curi waktu untuk ke Bandung/Jatinangor dan main ke kosan temen), kangen rumah, dan sejenisnya. Walaupun sebenernya hari ini baru genap seminggu magang—bahkan gak bener-bener seminggu juga sih. Pokoknya, ketika dilanda emosi yang kurang menyenangkan, aku memilih untuk membiarkannya itu mengalir aja. Galau-galau dulu sejenak, lalu tetap berusaha positive thinking.
Oke, karena aku rasa udah mulai ngaco nulisnya, mending diakhiri aja. Aku cuma mau nuangin sesuatu ke blog ini. Sebenernya, aku lagi ikutan kompetisi nulis novel sebulan, tapi...kehilangan semagat untuk nerusinnya lagi karena ter-distract dengan hal-hal lain yang lebih menyita perhatianku. Ya sudahlah.
Untuk saat ini, aku gak tahu apa yang kuharapkan sih. Atau, seperti apa rencana ke depannya. Aku hanya mencoba fokus untuk mengerjakan sebaik-baiknya kegiatanku sekarang. Selagi menanti hari wisuda... Sebelum benar-benar resmi keluar dari Unpad, dan masuk ke dunia yang sesungguhnya. A-n-j-a-y.
Semoga aku, kamu, kita semua, selalu sehat dan semangat ngejalanin keseharian kita.